Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan: Wujud Komitmen UM terhadap Pendidikan Inklusif
Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan: Wujud Komitmen UM terhadap Pendidikan Inklusif

Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan: Wujud Komitmen UM terhadap Pendidikan Inklusif

Pusat Layanan Penyandang Berkebutuhan Khusus (PLPBK) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan pada hari Kamis, 22 Mei 2025. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Hetik Wiyani, S.Pd., M.Pd., guru SLBN Pembina Tingkat Nasional Lawang, Malang, yang berpengalaman luas dalam pendidikan inklusif dan komunikasi dengan komunitas tunarungu.

Pelatihan ini memberikan pemahaman dasar mengenai struktur dan kosakata bahasa isyarat, serta penerapan praktisnya dalam konteks akademik—mulai dari proses pembelajaran, bimbingan, hingga interaksi sosial. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung, sehingga mereka dapat menerapkan bahasa isyarat secara efektif dalam kegiatan sehari-hari di kampus.

Selain memperkenalkan teknik dasar bahasa isyarat, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya komunikasi yang aksesibel dan empatik. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab dan praktik berlangsung.

Melalui pelatihan ini, PLPBK UM berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin siap mendukung mahasiswa tunarungu agar dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan akademik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi UM dalam mewujudkan kampus inklusif dan berkeadilan bagi semua (TS).