Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan
Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan

Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan

Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Selasa, 14 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi sivitas akademika dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Prof. Dr. Hardika, M.Pd. dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Hetik Wiyani, S.Pd., M.Pd. dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Lawang, Malang, serta Sinta Yuni Susilawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang.

Pada sesi pertama, Sinta Yuni Susilawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menyampaikan materi mengenai konsep dasar peserta didik tunarungu, meliputi pengertian, klasifikasi berdasarkan tingkat kehilangan pendengaran, karakteristik, penyebab, serta dampaknya terhadap perkembangan bahasa, komunikasi, sosial, dan proses belajar. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip pembelajaran bagi peserta didik tunarungu yang menekankan pentingnya penggunaan media visual, komunikasi yang efektif, lingkungan belajar yang inklusif, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga profesional untuk mendukung perkembangan akademik maupun sosial peserta didik. Narasumber juga mengulas berbagai pendekatan komunikasi dalam pendidikan tunarungu, seperti oralisme, manualisme, komunikasi total, bilingual-bikultural, dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).

Sesi kedua disampaikan oleh Hetik Wiyani, S.Pd., M.Pd. yang membahas lebih mendalam mengenai Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) sebagai sistem komunikasi isyarat yang dikembangkan untuk mendukung proses komunikasi dan pembelajaran bagi penyandang tunarungu di Indonesia. Peserta diperkenalkan pada sejarah perkembangan SIBI yang dimulai sejak tahun 1978 hingga pembakuannya melalui Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia pada tahun 1993. Materi juga mencakup berbagai bentuk isyarat, abjad, bilangan, isyarat pokok, awalan, akhiran, kata ulang, dan sebagainya.

Selain pemaparan teori, peserta mengikuti praktik penggunaan bahasa isyarat sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam berkomunikasi menggunakan SIBI. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Tanah Airku – Ciptaan Ibu Soed dalam Bahasa Isyarat SIBI.

Melalui pelatihan ini, diharapkan dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami karakteristik mahasiswa penyandang tunarungu serta memiliki keterampilan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Kompetensi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, aksesibel, dan ramah disabilitas di Universitas Negeri Malang (TS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *