Kunjungan Kerja ULD Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Kunjungan Kerja ULD Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Kunjungan Kerja ULD Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Pada Jumat, 14 November 2025, PLPBK UM menerima kunjungan kerja dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kunjungan ini disambut oleh Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. (Kepala Pusat Layanan Penyandang Berkebutuhan Khusus UM) dan tim. Ketua ULD UKWMS, Dr. Wahyudi Wibowo, S.T., M.M., hadir bersama Dr. Fransisca Dessi Christanti, M.Si, dan Eli Prasetyo, M.Psi., Psikolog.

Dalam kunjungan ini, ULD UKWMS menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari tata kelola ULD UM serta strategi peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan kepada mahasiswa disabilitas. Mereka juga berbagi pengalaman mengenai pelatihan pedagogi inklusi serta berbagai kegiatan pengembangan kompetensi yang telah dilakukan bagi dosen UKWMS.

Dr. Wahyudi Wibowo, S.T., M.M. menjelaskan ULD UKWMS didirikan tahun 2024 melalui dukungan dana hibah dari Belmawa. Selama ini UKWMS telah menerima mahasiswa disabilitas, namun belum memiliki layanan yang benar-benar terintegrasi. Asesmen awal mahasiswa disabilitas masih dilakukan oleh Pusat Layanan Psikologi (PLP) UKWMS. Selain itu, ULD UKWMS mendapat dukungan dari Pastoral Difabel di bawah Keuskupan Surabaya.

Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. menjelaskan PLPBK UM, yang berdiri sejak 2023 di bawah Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP), merupakan bagian dari Bidang Pendidikan yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor I UM. Lebih lanjut, terdapat tiga program inti yang dikembangkan PLPBK UM yakni awareness, Universal Design (UD) – akses lingkungan fisik bagi semua, dan Universal Design for Learning (UDL) – akses pembelajaran bagi semua.

Program awareness disampaikan melalui seminar, website, pelatihan, talkshow, serta festival. Program UD dan UDL dikembangkan melalui pelatihan dan seminar untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UM.

PLPBK juga menjelaskan jejaring pendukung layanan, antara lain UKM Gempita (di bawah Direktur Kemahasiswaan), Prodi PLB, Web SIMBK, Web PLPBK untuk publikasi eksternal, serta data Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (MBK). Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A.menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa berkebutuhan khusus idealnya menjadi dukungan awal, bukan pendampingan jangka panjang yang membuat mahasiswa tidak mandiri.

Karakteristik MBK yang ada di UM meliputi tunanetra, tunarungu, ASD, dan tunadaksa. Selain itu terdapat mahasiswa at risk, baik secara akademik maupun mental, terutama yang berasal dari SLB dan bukan dari SMA/SMK/MA. Salah satu tantangan PLPBK adalah keterbatasan akses dalam proses seleksi mahasiswa baru sehingga sulit melakukan identifikasi MBK sejak awal.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara UM dan UKWMS dalam pengembangan layanan pendidikan inklusif serta mendorong hadirnya tata kelola ULD yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di kedua institusi (LAR).