Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Festival Inklusi Tahun 2025 pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Outdoor Learning Space (OLS) GKB UM. Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB), komunitas, pelaku usaha inklusi, serta masyarakat umum.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Hardika, M.Pd., Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UM. Beliau menegaskan komitmen UM dalam menciptakan lingkungan kampus yang ramah, setara, dan mendukung keberagaman seluruh mahasiswa.
Talkshow: Menguatkan Ekosistem Inklusi
Festival ini menghadirkan sesi talkshow yang membahas pemberdayaan penyandang disabilitas, peluang kerja inklusif, serta praktik baik dalam pendidikan dan industri. Tiga narasumber yang hadir yaitu Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. (Kepala Pusat Layanan Penyandang Berkebutuhan Khusus UM), Rara Lingga Mardiani Pragasiwi (Staf Owner Juragan 99 & Staf Humas Polres Batu), dan I Made Wisnu Saputra (Project Manager DNetwork).
Talkshow dipandu oleh Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., menghadirkan diskusi interaktif mengenai strategi kolaborasi antar lembaga untuk memperkuat ekosistem inklusif.
Bazar Inklusi: Kreativitas dari Berbagai Komunitas
Festival Inklusi 2025 juga dimeriahkan oleh tenant bazar inklusi yang menampilkan produk dan karya penyandang disabilitas serta komunitas inklusi. Tenant yang berpartisipasi meliputi SLB C Autis Negeri Kedungkandang, Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia (kerajinan, makanan ringan, lukisan), Kriya Gembira (Omah Gembira) (gantungan kunci, stiker, pin, bolu), dan ELMO Surabaya (apparel, tumbler, totebag, snack).
Juga ada Akar Tuli Malang (basreng, stiker, gantungan kunci, edukasi bahasa isyarat), DNetwork (layanan konsultasi kerja disabilitas), SLB Autis Lab UM (lukisan dan batik), SLB Al Firma’unah (kriya kayu, topeng, furniture daur ulang, rak kayu, kerajinan batok), Vikara Station (minuman coffee & non-coffee), serta Aryasatya Andy Pratama (lukisan karya penyandang Down Syndrome).
Ragam Penampilan Seni
Festival ini menghadirkan beragam penampilan seni yang melibatkan lebih dari 20 SLB, sekolah, komunitas disabilitas, dan sanggar seni. Beberapa penampil berasal dari: SLB Insan Mulia, SLBN 3 Kota Blitar, SLB Autis LAB UM, SLB PGRI Dlanggu, Fira Modelling Disabilitas, SLB-B YTB, Sanggar Budaya Nareswari, SMP Muhammadiyah 2 Malang, dan SLB River Kids Malang.
Juga ada SLB Negeri Jenangan Ponorogo, SLB Tamima Mumtaz, SLB C Autis Negeri Kedungkandang, SLB YPABK Muncar, SLB-B YPTB Malang, Kampung Inklusi, Komunitas Pejuang Mimpi, SLB A/B/D Negeri Kedungkandang, SLB YPAC Kota Malang, SLB Sumber Dharma, PKBM FIB Malang, dan SLB IBAM.
Para peserta menampilkan bakat melalui menyanyi, menari, drama, dan fashion show, menunjukkan bahwa kreativitas dan potensi tidak dibatasi oleh hambatan apa pun.
Komitmen UM terhadap Pendidikan Inklusif
Melalui rangkaian kegiatan Festival Inklusi 2025, UM menegaskan komitmennya sebagai kampus yang mengedepankan inklusi, kesetaraan, dan pemberdayaan. Festival ini menjadi wadah kolaborasi antara universitas, sekolah luar biasa, komunitas, dunia industri, serta masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan inklusif yang lebih kuat dan berkelanjutan (TS).





















